home

Senin 09 Mei, 2016

Mulai Jarang Berhubungan Seks? Ini Pengaruhnya Untuk Tubuh

Ada banyak faktor dan alasan yg membuat Anda tak mampu melakukan hubungan badan dengan pasangan, seperti pekerjaan yg menumpuk dengan deadline ketat, melakukan perjalanan jauh sampai dengan karena berakhirnya hubungan.

Namun tahukah Anda bahwa ada hal-hal yg mampu mempengaruhi sisi psikis saat Anda telah jarang melakukan aktivitas seksual seperti sebelumnya? Penasaran kan? Berikut ini adalah hal-hal yg mulai terjadi seandainya Anda telah akan jarang melakukan hubungan seks lagi.

Mudah merasa cemas
Dalam sebuah penelitian yg dikerjakan oleh sejumlah pakar psikologis dari Skotlandia mengungkapkan bahwa orang yg telah jarang melakukan aktivitas seks lagi mulai gampang mengalami stres dan depresi. Hal ini juga berimbas pada mental mereka, merupakan gampang merasa cemas.

Lebih rentan terkena pilek dan flu
Terdengar sedikit mengada-ada, bukan? Akan tapi menurut penelitian yg dikerjakan oleh para ilmuwan dari Wilkes-Barre University, Pennsylvania, orang yg tidak jarang melakukan aktivitas seksual mulai membuat sistem imunnya lebih tinggi dan kuat. Dengan bertambahnya sistem imun dalam tubuh, maka pertahanan diri terhadap serangan kuman, bakteri atau penyakit juga lebih kecil.

Risiko terkena ISK lebih besar
Dengan seringnya melakukan hubungan badan dengan pasangan, maka menurut penelitian yg hasilnya telah dipublikasikan dalam jurnal American Family Physician, 80% infeksi saluran kemih terjadi dalam kurun waktu 24 jam. Saat melakukan hubungan seks, maka seseorang mulai lebih tidak jarang buang air kecil yg mana hal tersebut adalah salah sesuatu upaya tubuh bagi mengeluarkan racun atau bakteri di dalam tubuhnya yg berada di daerah kewanitaan. Dengan jarangnya melakukan aktivitas seksual, maka semakin tinggi pula risiko ISK yg mulai diterima.

Menurunnya oksitosin dan keintiman dengan pasangan
Menurut Les Parrott, Ph.D., seorang psikolog dan penulis, dengan berkurangnya aktivitas seksual dari kehidupan seseorang, maka terjadi penurunan oksitosin yg mampu menolong kelanggengan sebuah hubungan dengan pasangan. Dengan semakin jarang bercinta, maka rasa khawatir, was-was, perasaan over-thinking dan curiga terhadap pasangan mulai lebih tinggi.

Pada dasarnya, seks adalah sebuah salah sesuatu instrumen yg dibutuhkan dalam suatu hubungan. Memang bukan sesuatu hal yg penting, mulai tapi mulai menjadi sebuah bencana seandainya intensitasnya semakin berkurang setiap waktu.Baca juga:
Ini dia 10 tanda kehidupan seksual yg sehat, apa saja? [Part 2]
Ini dia 10 tanda kehidupan seksual yg sehat, apa saja? [Part 1]
Ladies, telah tahu 3 bentuk Ms. V ini?
Berapa lama durasi hubungan seks yg normal?
Sumber: http://www.merdeka.com